Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para Mahawredha Sekolah Lansia “SALWA” Sendowo Yogyakarta mengadakan kegiatan di luar kelas yang sudah 1 semester berada di Kelas, mulai masuk semester 2 dilaksanakan kunjungan di luar kelas yaitu di Museum Tani Jawa Indonesia yang bertempat di Dusun Candran, Kebon Agung Imogiri Bantul dan dilanjutkan kunjungan di Sanggar Kendhalisada Imogiri, Bantul.


Dalam penerimaan, Pimpinan Museum Tani Jawa Indonesia, Ibu Yayuk menyampaikan bahwa Museum Tani Jawa Indonesia di Dusun Candran, Kebon Agung, Imogiri, Kabupaten Bantul ini digagas oleh Alm. Kristia Bintara yang sudah wafat beberapa tahun yang lalu semoga menjadi ladang amal jariyah Almarhum dan semoga husnul khotimah, Aamiin. Selanjutnya Pimpinan bersama jajaran pengelola Museum Tani Jawa Indonesia menyampaikan “selamat datang dan terima kasih atas kepercayaan rombongan Sekolah Lansia ‘SALWA’ Sendowo Yogyakarta yang melaksanakan outing class di Museum Tani Jawa Indonesia ini. Adapun yang ada dalam Museum Tani ini adalah peninggalan kebiasaan petani Jawa dan menjadi budaya Jawa yang menarik yaitu Seni Instrumen Gejog Lesung besar yang bisa ditabuh, dipukul dimainkan banyak orang bisa 10 orang pemain dan berirama merdu dan umumnya langgam jawa. Disamping gejog lesung banyak seni Jawa yang bisa ditampilkan sesuai pesanan, karena semua ada standar biayanya. Dalam Museum Tani yang bisa dilihat antara lain luku dan garu kuno, caping, ani-ani, dan peralatan pertanian zaman dulu ada semua termasuk alat soroq untuk jemur padi serta ngasrug, alat untuk matun pagi supaya rumput tidak tumbuh sehingga tanaman padi bisa hijau dan subur, serta gambaran boneka Dewi Sri serta wong-wongan untuk menakut-nakuti burung yang menyerang tanaman padi yang mau panen demikian yang digambarkan”, papar Ibu Yayuk di Stodio Mini Museum Tani Jawa Indonesia. Sementara itu, Ketua rombongan outing class H. Suripto, S.H.,M.Si menyampaikan ucapan terima kasih atas diterimanya rombongan Sekolah Lansia “SALWA” Yogyakarta yang berjumlah 40 orang peserta dengan pendamping outing class. Selanjutnya Suripto yang didampingi Guntur, Yanti dan lainnya menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini dilaksanakan setiap semester 1 kali dan tempat kunjungan berbeda-beda sesuai temanya, untuk acara ini temanya adalah mata pelajaran Seni dan Budaya untuk Sekolah Lansia, sehingga kita bisa melihat Museum Tani ini adalah Museum Tani Jawa Indonesia dengan model luku-garu, ani-ani dan sebagainya yang dilihat di Museum ini.


Selesainya dari Museum Tani akan menuju kunjungan kedua yaitu di Sanggar Kendhalisodo yaitu Sanggar yang mempunyai Ikon Raja Khetek atau Wanoro yang disebut Raden Hanoman di Kraton Kendhalisodo. Hal ini disampaikan Udreka, S.Sn. M.Sn. di Sanggar Kendhalisodo setelah penerimaan selamat datang di Sanggar ini dilanjutkan cerita berdirinya Sanggar ini terinspirasi bagaimana seorang khetek atau wanoro punya hati yang mulia dan jujur serta adil dalam memimpin Kraton Kendhalisodo merasa damai, aman, tenteram, karena Raden Hanoman, Pimpinan atau Raja yang adil dan jujur serta amanah sehingga menjadi Raja Kraton Kendhalisodo yang kuat dan makmur negaranya, negara kita mestinya begitu harus kompak, kata Udreka pesannya, dalam menyambutnya. Selanjutnya karena beliau sebagai dosen terbang di Sekolah Lansia Salwa Sendowo Yogyakarta maka semua peserta mempraktekan Irama Panembromo ada yang nyanyi langsung layaknya pesinden tiban di Sanggar Kendhalisodo termasuk sebagian nabuh gamelan beberapa nama gamelan dijelaskan Pak Dosen yaitu gong, kempul, bonang, ketuk, kenong, gender, slenthem, demung, terusan, saron dan peking, ada dari kayu khusus gambang dilengkapi suling, rebab serta gendang yang mengatur irama, sehingga Mahawredha SALWA semua pegang peran sehingga waktu 2 jam berada di Kendalisodo tidak terasa lelah, isi dan suasana hanya senang dan gembira bersama dengan mengalunkan suara emas para pesinden dadakan siang itu. Sanggar Kendhalisodo sangat ramai dan meriah karena bersamaan dengan KKN dari Universitas Sarjana Wiyata Yogyakarta juga ikut serta membersamai acara kunjungan, sebagai akhir kunjungan Suripto menyerahkan piagam penghargaan dari GKBRAA Paku Alam selaku Ketua Umum Yayasan Wredha Mulya Yogyakarta. Sekaligus pamitan mohon diri kembali ke Kampus Sekolah Lansia “SALWA” Sendowo Yogyakarta dan foto bersama.



← Kembali ke Berita dan Kegiatan